Ini adalah sebuah cerita nyata yang coba saya ceritakan kembali melalui goresan tangan saya. Cerita ini dimulai saat 19 tahun yang lalu. Pada waktu itu hiduplah sebuah keluarga kaya raya keturunan ningrat. Suatu hari keluarga itu melahirkan seorang anak laki-laki , Ketika dilahirkan anak itu dilahirkan dalam keadaan cacat, sehingga keluarga itu membuat bayi , anak kandung mereka sendiri karena mereka tidak mau malu atas kelahiran anak mereka dalam keadaan yang cacat.
Bayi tersebut dibuangnya disebuah surau kecil disebuah desa kecil . Keesokan harinya bayi itu ditemukan oleh penjaga surau dan diasuhnya bayi mungil itu sampai dewasa.18 tahun telah berlalu setelah peristiwa tersebut. Bayi itu sekarang tumbuh dewasa dengan keadaan yang cacat, dia hanya punya 1 tangan , betapa malangnya pemuda itu. Namun dibalik ketidak sempurnaan dirinya pemuda itu memiliki suatu yang tidak bisa dimiliki oleh orang lain, yaitu budi pekertinya, kesederhaan dan kebaikan hatinya. Dia tidak pernah minder walaupun dirinya dalam keadaan cacat secara lahir. Suatu ketika penjaga surau itu pun harus kembali kepadanya karena umurnya yang sudah tua. Sekarang anak itu harus sendirian hidup didunia ini. Didalam hatinya adanya kerinduan yang dalam untuk menemui orang tuanya, orang tua yang telah membuat dia, namun bukan rasa dendam yang ada namun rasa cinta karena mereka orang tuanya. Tuhan bilaku sanggup menemukan kedua orang tuaku maka temukanlah hambamu ini kepada mereka tuhan, Maafkanlah mereka tuhan karena Mereka telah membuang diriku.
Mulai saat itulah pemuda itu mencari dimanakah kedua orang tuanya. Tuhan memberi jawaban atas doa pemuda itu itu. Sampailah dia disebuah rumah yang mega dimana kedua orang tuanya tinggal walaupun dia tak tahu itu rumah kedua orang tuanya. Dia melamar bekerja disana karena dia membutuhkan pekerjaan disana. Akhirnya dia memperoleh pekerjaan disana walaupun bekerja disana sangatlah berat karena dia harus tidur digudang dan jarang mendapatkan makan, namun semua disyukurinya karena dia masih mempunyai tempat untuk berteduh dari dinginnya malam dan panasnya siang. Sampai puncaknya dia salah memotong bunga milik nyonyanya atau ibunya sendiri yang harganya mahal. Mengetahui itu langsung dihajarnya pemuda itu dengan membabi buta walaupun pemuda itu telah meminta maaf, sampai seluruh muka pemuda itu lebam akibat hajaran yang keras dari tuanya itu
Suatu saat orang tuanya itu mengalami kecelakaan hebat , tuanya mengalami keadan kritis. Akibat dari keadaan itu tuannya mengalami kebutaan dan memerlukan sebuah ginjal karena akibat kecelakaan itu ginjalnya tidak berfungsi lagi. Menurut dokter apabila tidak cepat mendapatkan donor maka nyawa tuan tidak dapat ditolong lagi, namun setelah berhari-hari tidak didapatkan donor yang cocok untuk tuannya itu. Menurut dokter donor yang tepat itu adalah yang berasal dari saudara sedangkan tuannya tidak mempunyai saudara. Maka dicobanya didonorkan ginjalnya , ternyata hasilnya memang positif namun dikabarkanya bahwa mungkin dia dapat mati ketika mendonorkan ginjalnya karena ginjalnya yang berfungsi hanyalah 1. Pemuda itu sempat bimbang ketika mengetahunya, namun entah kenapa dia menyetujuinya namun dia ingin tuanya tak tahu kalau dia yang akan mendonorkan kornea dan ginjalnya.
Sebulan kemudian tuannya bangun dari komanya. Dia diberi tahu oleh dokter kalau dia telah menerima sebuah donor dari seseorang dan dokter itu memberikan sebuah surat yang ditujukan pada orang itu.
Mungkin ketika tuan membaca surat ini saya sudah tidak ada dalam dunia ini, maafkan segala kesalahan saya selama ini saya perbuat, walaupun saya awalnya berat untuk mendonorkan sebagian dari raga ini namun demi tuan saya akhirnya setuju. Karena nyawa tuan lebih berharga dari pada saya yang sejak kecil sudah dibuang oleh kedua orang tua saya disebuah surau kecil. Tuhan maafkan segala dosa hambamu ini , hamba yang selalu berbuat salah padamu. Tuhan aku tahu bahwa aku tak mungkin bisa bertemu kedua orang tuaku padahal aku sangat ingin bertemu mereka . Tuan saya titipkan ginjal dan mata saya kepada tuan. Sebelum saya meninggal saya mohon dimakamkan disebuah makam yang layak dan tuan dapat berubah .
Setelah membaca surat itu orang itu berfikir apakah pemuda itu anak yang telah aku buang 18 tahun lalu. Tuhan apabila dia anakku maafkanlah hambamu ini tuhan. Dengan tergesa ditanyakanlah kepada dokter apakah dia itu anakku dokter. Setelah dilakukan pengujian ternyata pemuda itu adalah anaknya yang telah dibuangnya 18 tahun yang lalu. Seketika itulah orang itu seketika menangis karena nyawanya telah ditukar dengan nyawa darah dagingnya sendiri. Seketika itu dia berteriak apakah ini balasan atas perbuatan aku waktu itu tuhan , mengapa bukan kau ambil saja nyawa ini bukan nyawa anakku, anak yang selama ini tidak pernah ku beri kasih sayang.
Keesokan harinya ayah pemuda itu datang ke pemakaman anaknya . Disana dipandangnya sebuah kuburan dengan nisan kayu yang masih basah , yang tempatnya tak terawat. Dia menangis di makam itu.
Wahai anakku yang berada di sana , inilah ayahmu. Ayah yang telah berdosa telah membuangmu ketika kau bayi. Maaf ayah anakku. Mengapa kau relakan nyawamu demi ayah seperti aku. Betapa mulia dirimu. Memang ayah ini adalah ayah yang buruk . Sesuai dengan permintaan terakhirmu maka ayah akan berubah. Ayah tahu dengan menangis disini tak akan merubah semua yang telah terjadi. Semua telah menjadi bubur dan aku telah kehilangan dirimu untuk selamanya . Tuhan mengapa kau begitu kejam , mengapa kau ambil nyawa , nyawa pemuda yang tak berdosa dan kenapa kau tukar nyawanya demi nyawaku , tuhan.
Keesokan harinya ada hal aneh yang terjadi ketika ayahnya bersama banyak orang akan memindahkan kuburan pemuda itu. Kuburan itu memancarkan bau harum yang semerbak . Ketika digali betapa terkejutnya orang-orang karena tubuh pemuda itu tak hancur walaupun telah dikubur selama 1 setengah bulan. Dibukanya kafan pemuda itu , pemuda itu seolah tidur dalam damai dengan wajah yang tersenyum. Seketika itu ayahnya menangis .
“Tuhan betapa besar kuasamu tuhan, kamu tahu adalah hambamu yang mulia maka kau jaga jasadnya . Maafkan ayahmu , wahai anakku” sambil dikecupnya dahi anaknya.
Sekarang saya berdiri disamping sebuah kuburan pemuda itu, pemuda yang rela menyerahkan nyawanya demi orang lain yang membutuhkan. Pekuburan itu masih mengeluarkan bau harum walaupun telah lama dikubur sekitar 3 bulan yang lalu. Dari sini saya ambil sebuah pelajaran yang sangat berharga , bahwa kita harus berbagi kepada orang , walaupun dia telah menyakiti kita. Kita harus memaafkan kesalahan orang walaupun kesalahan itu begitu besar. Cerita ini adalah kejadian nyata tanpa karangan yang terjadi di desa pongangan kabupaten gresik.
Semoga cerita nyata ini dapat berguna... walaupun dengan penceritaan yang masih buruk . semoga ada yang membantu saya menulis lebih bagus.
Dan untuk pemuda dalam cerita , semoga engkau damai disana


0 komentar:
Posting Komentar