Kertas yang berukuran 15/25cm itu mungkin bagi Seorang Bukan PNS hanyalah kertas yang tidak bernilai artinya.Namun kertas itu memiliki arti dan nilai yang tinggi sebagai jaminan untuk mendapatkan berjuta juta uang. Sertifikat Rumah aza kalah ma dia. Dulupun aku juga gak mengerti tentang kertas ini,karena aku bukanlah seorang PNS walaupun aku kerja dilingkungan kepemerintahan namun statusku hanya seorang THL yang tak punya harapan untuk menjadi seorang PNS. Menjadi seorang THL yang berbekal SK yang hanya ditandai oleh Kepala Wilayah tidak menjadi jaminan yang kuat untuk mendapatkan pinjaman diatas 10 juta, ya kalaupun bisa harus disertakan sertifikat lainnya begitu. Nah dengan gaji 25rb perbulan mungkin sobat semua bisa mengalikan dan membayangkan betapa beratnya untuk menghidupi sebuah keluarga yang paling tidak dizaman sekarang ini perhari sebuah keluarga mesti paling minimal 50rbu perhari dengan jumlah keluarga 4 orang. Mungkin teman teman yang dulunya THL pasti merasakan semua kenyataan ini yang justru jalan keluarnya
meminjam untuk menutupi kekurangan itu. Belum bayar pendidikan ,Kesehatan yang terkadang kayak ban kempes sering datang disaat kantong bener bener kempes juga.Jujur saja diantara itu, aku yang paling merasakannya.Disana sini aku ngutang ,dimanapun ada bank distu namaku tercantum (hebatkan)....
namun dari kehebatan aku itu tak terasa BULAN yang begitu menyejukan menjadi sangat panas,lebih panas dari matahari.bayangkan saja angsuran tiap bulan melebihi gaji yang aku dapat,belum lagi untuk keluarga.Ingin banget kumenutupi semua,tapi dengan cara apa?
Mungkin Tuhan mendegarkan apa juga mungkin keberuntunganku,Dewa Penolong itu datang,Aku diangkat menjadi seorang PNS dengan SK yang masih SK CPNS 80% yang disertai TASPEN yang kunon sangat berharga dan emang kenyataannya super sangat berharga. Singkat kata aku berteriaaaaak:
TASPEN KARENA ENGKAU AKU BISA HIDUP
TASPEN KARENA ENGKAU ANAKU SEKOLAH
DAN KARENA TASPEN RUMAHKU TERWUJUD
SEKALI LAGI TERIMAKASIH TASPEN,MAAFKAN AKU TAK MENJAGAMU,BIARKAN BPD YANG MENJAGAMU



0 komentar:
Posting Komentar